丰收物流

Hingga 70%! AS Terapkan Tarif Tangga Global Mulai 1 Agustus, Industri Mana yang Paling Terluka?

丰收物流2025-07-15 184

Pada Juli 2025, pemerintahan Trump mengumumkan penerapan kebijakan "tarif timbal balik" untuk lebih dari 170 mitra dagang di seluruh dunia, dengan tarif pajak hingga 70%, yang akan diterapkan secara bertahap mulai 1 Agustus. Kebijakan ini akan berdampak besar pada perdagangan internasional, rantai pasokan, dan biaya perusahaan. Artikel ini memilah penyesuaian tarif terbaru, negara dan industri yang terkena dampak, dan menganalisis dampak potensial.

1. Tinjauan Kebijakan Tarif Terbaru Waktu Pelaksanaan: Bertahap mulai 1 Agustus 2025. Kisaran tarif pajak: 10% -70%, disesuaikan tergantung pada negosiasi. Cakupan: 170 + negara di seluruh dunia, termasuk Uni Eropa, Jepang dan Korea, India, Brasil, dll. Jendela negosiasi: Beberapa negara (seperti Inggris, Vietnam) telah mencapai kesepakatan dengan tarif pajak yang lebih rendah; Negara-negara yang tidak mencapai kesepakatan akan menghadapi tarif yang lebih tinggi

2. Negara-negara yang telah mencapai kesepakatan tentang penyesuaian tarif di negara-negara utama: Inggris: mempertahankan tarif pajak patokan 10%, dan beberapa industri teknologi tinggi (seperti mesin aero) menikmati perlakuan preferensial. Vietnam: Tarif 20% secara keseluruhan, naik menjadi 40% jika melibatkan "barang transshipment". Negara dengan tarif tinggi (sebagian): Brasil: 50% (sebelumnya hanya 10%, diselidiki tambahan karena "perdagangan tidak adil"). Jepang dan Korea Selatan: 25%, Trump mengancam akan menaikkan pajak lagi jika kedua negara membalas. Kazakhstan, Malaysia, Tunisia: 25%. Kanada: 35% (efektif 1 Agustus). Indonesia: 32%. Bangladesh, Serbia: 35%. Kamboja, Thailand: 36%. Laos, Myanmar: 40%. Uni Eropa: Negosiasi masih berlangsung, dan jika tidak ada kesepakatan yang dicapai, tarif pada beberapa barang dapat melonjak hingga 50%. PS: Menurut "Pernyataan Bersama Tiongkok-AS tentang Pembicaraan Ekonomi dan Perdagangan Jenewa", negara saya masih menerapkan tingkat tarif minimum dalam perjanjian. Pernyataan ini berlaku sampai dengan tanggal 12 Agustus 2025, dan perlakuan tarif saat ini masih berlaku untuk barang-barang ekspor China yang tiba di Hong Kong sebelum tanggal tersebut. Belum ada berita resmi yang dirilis tentang penyesuaian terbaru kebijakan tarif antara China dan AS.

3. Analisis Dampak Industri Utama Kendaraan dan Suku Cadang: Tarif 25% untuk kendaraan impor telah berlaku (mulai 3 April 2025). Fokus negosiasi industri otomotif UE, perusahaan otomotif Jerman mungkin menghadapi biaya yang lebih tinggi. Ekspor suku cadang mobil China (seperti ban dan roda paduan aluminium) menghadapi hambatan yang lebih tinggi. Tembaga dan logam industri: Tarif 50% akan dikenakan pada semua tembaga impor mulai 1 Agustus, dan harga tembaga berjangka AS melonjak 17% dalam satu hari. Sebagai eksportir tembaga utama, China dapat mengurangi ekspor ke Amerika Serikat di masa depan dan beralih ke Asia Tenggara (misalnya, tembaga Thailand diproses dan diekspor kembali). Obat-obatan: Trump mengancam akan mengenakan tarif 200% pada obat-obatan impor, tetapi daftar spesifik belum dirilis. Saat ini, 80% obat generik AS bergantung pada impor (terutama dari India dan Cina). Produk elektronik dan semikonduktor: Ekspor semikonduktor dari Malaysia dan Korea Selatan terpengaruh, dan perusahaan teknologi AS mungkin menghadapi penyesuaian rantai pasokan.

4. Perusahaan harus merekomendasikan penyesuaian rantai pasokan: menilai dampak tarif dan mempertimbangkan pengadaan yang diversifikasi atau produksi yang dilokalisasi. Manajemen Kepatuhan Tarif: Perhatikan deklarasi kode HS untuk menghindari denda yang tinggi karena keliru deklarasi derivatif (seperti produk baja dan aluminium). Penyesuaian strategi pasar: Beberapa pembeli AS beralih ke pasar Eropa, dan perusahaan lintas batas China dapat mempertimbangkan untuk memperluas saluran Eropa atau Kanada.