Pengiriman laut global menyusut 1% di bawah tongkat tarif Trump! Interpretasi mendalam tentang tren pergeseran rantai pasokan yang wajib dibaca oleh pengirim barang Laporan terbaru Drewry
2025-04-25
169
Menurut laporan terbaru dari konsultan maritim Drewry, throughput pelabuhan peti kemas global diperkirakan akan turun 1% karena kebijakan perdagangan baru yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Ini akan menjadi penurunan ketiga dalam permintaan pengiriman peti kemas global sejak Drewry mulai mencatat data pada tahun 1979. Dua yang pertama terjadi pada tahun 2009 saat krisis keuangan global (saat itu turun 8,4%) dan pada tahun 2020 saat pandemi COVID (turun 0,9%).

Kebijakan perdagangan baru yang didorong oleh pemerintahan Trump mencakup tarif 10 persen pada barang-barang dari sebagian besar negara, dibandingkan dengan tarif hingga 145 persen pada barang-barang China. Sebagai tanggapan, China dan negara-negara lain juga mengenakan tarif pada barang-barang AS. Dalam presentasinya, Drewry mencatat bahwa jika tarif dua pertiga saat ini tetap tidak berubah, impor AS dari China dapat berkurang sebesar 40 persen. China adalah pemasok utama barang-barang konsumsi, produk industri, dan furnitur AS, jadi perubahan ini akan berdampak besar pada rantai pasokan global.
Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa perusahaan China mempertimbangkan untuk memindahkan jalur produksi mereka ke negara lain yang menghadapi tarif yang lebih rendah, yang dapat mengurangi tren penurunan permintaan pengiriman sampai batas tertentu. Dengan latar belakang ini, impor AS dari negara lain dapat tumbuh hingga 15%, menurut Drewry. Namun, para ekonom memperingatkan kebijakan perdagangan Presiden Trump meningkatkan risiko ekonomi AS terjerumus ke dalam resesi yang berpotensi menyebar ke perekonomian global.
Dana Moneter Internasional sebelumnya mengatakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat dalam beberapa bulan mendatang karena dampak tarif tinggi Trump terhadap hampir semua mitra dagang secara bertahap terlihat. Perusahaan pelayaran peti kemas Jerman Hapag-Lloyd mengungkapkan bahwa pelanggan telah membatalkan sekitar 30 persen pesanan kargo dari China ke Amerika Serikat karena dampak sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar China dan Amerika Serikat. Selain itu, Federasi Ritel Nasional memperkirakan bahwa impor kontainer AS akan turun setidaknya 20% tahun-ke-tahun pada paruh kedua 2025 karena perusahaan menangguhkan pembelian dari China.
Direktur eksekutif Pelabuhan Los Angeles, salah satu pelabuhan tersibuk di Amerika Serikat, memperingatkan bahwa impor ke pelabuhan dapat mulai menurun sejak Mei. Terletak di pantai barat Amerika Serikat, Pelabuhan Los Angeles adalah pintu gerbang penting yang menghubungkan pasar Asia dan Amerika Utara, dan sangat penting untuk menjaga efisiensi logistik di rute trans-Pasifik.










